Esai: Perceraian

FIKSI LOTUS

Nora Ephron

(diterjemahkan oleh Jessica Huwae)

Untuk waktu yang sangat lama, hanya ada satu hal yang paling penting tentang diriku, yaitu statusku sebagai janda. Bahkan setelah aku tak lagi menyandang status janda, dan menikah kembali, status itu tidak serta-merta sirna begitu saja. Saat ini aku sudah menikah dengan suamiku yang ketiga selama lebih dari dua-puluh tahun. Saat kau bercerai dan memiliki anak, maka perceraian itu akan mendefinisikan segalanya; ia akan jadi fakta yang menghantui, layaknya sepotong kemarahan di kepalamu.

Tentu saja ada perceraian baik-baik, tanpa pertikaian, dan cenderung damai. Pembayaran tunjangan anak berjalan lancar, jadwal berkunjung tepat waktu, mantan suamimu mengetuk terlebih dulu sampai pintu rumah dibukakan, dan bukannya asal nyelonong masuk. Bahkan dia tak sungkan membuat kopi untuk dirinya sendiri saat berada di rumahmu. Di kehidupan selanjutnya, aku harus memiliki tipe perceraian yang seperti ini.

Menurutku, satu hal terbaik tentang perceraian adalah bahwa hal itu akan membuatmu menjadi…

Lihat pos aslinya 1.709 kata lagi

Sumpah Constantine (ALBANIA)

FIKSI LOTUS

DAHULU KALA adalah seorang ibu

Yang memiliki sembilan putra dan seorang putri.

Semua anak laki-lakinya dikenal sebagai pejuang gagah

Dan putrinya dikenal dengan nama Dhoqina,

Seorang gadis kecil, belum menikah,

Ia begitu lincah layaknya seekor elang.

Dari negeri jauh datang sepucuk surat

Berisi kata-kata indah untuk meminang gadis itu,

Namun kakak-kakaknya tak ada yang mengijinkan,

Kecuali yang termuda di antara mereka,

Hanya Constantine yang memberi ridhonya,

Hari dan bulan berlalu,

Dhoqina berangkat keluar negeri untuk menikah

Tujuh hari lamanya ia habiskan dalam perjalanan tersebut.

Semua kakak laki-lakinya kemudian juga pergi dari rumah,

Nun jauh di negeri antah beratah menjadi pejuang negara

Bertempur melawan Rusia,

Hingga kesembilan saudara itu tewas oleh luka perang.

Kini hanya tinggal sang ibu seorang diri:

“Constantine, anakku, dimana kau?

Dulu waktu kau masih hidup, kau berjanji,

Ini yang kau katakan sebelum pergi:

‘Hidup atau mati

Aku akan mengembalikan Dhoqina padamu!’

Constantine, anakku, dimana kau?

Mana janjimu?’

Lihat pos aslinya 545 kata lagi

Esai: Hiroshima

kusebutkan : hibakuska — “mereka yang pernah melihat neraka”.

FIKSI LOTUS

John Berger

Permasalahan pelik ini dimulai dengan keinginan untuk mendorong masyarakat mengenang kembali kejadian pada tanggal 6 Agustus 1945.

Tahun lalu, seseorang menunjukkan sebuah buku padaku di ajang Frankfurt Book Fair. Sang editor meminta pendapatku soal format buku yang sedang ia tunjukkan. Aku hanya melihatnya sekilas dan menjawab pertanyaannya dengan singkat. Kemudian, tiga bulan lalu, aku menerima paket buku yang sama dalam kondisi telah dicetak rapi. Buku itu tergeletak di atas meja kerjaku. Sesekali, judul dan ilustrasi kavernya menarik perhatianku, namun aku masih belum tertarik untuk membukanya. Bagiku, buku itu tak perlu segera dibaca, karena toh aku sudah tahu isinya.

Ingatanku masih segar akan hari itu — aku sedang bertugas sebagai prajurit di Belfast* ketika orang-orang di sekelilingku menyampaikan berita bahwa ada bom yang dijatuhkan di Hiroshima. Lebih dari itu, berapa banyak pertemuan yang telah kuhadiri bersama teman-temanku, di mana kita semua membahas pelucutan senjata nuklir yang pertama; dan…

Lihat pos aslinya 2.540 kata lagi