Lihat, Setetes hujan akan mencipta riak kecil di waktu hujan. Mungkin ternilai sederhana. Namun riak itu bernyali Dan berlawan. Tiap dicibir maka riaknya menjadi gumpalan tangis yg membahana, seperti tangis kehilangan tempat bernaung, gagalnya panen, matinya hewan, atau terpisahnya orang terdekat adalah mata rantai yg terabai oleh perhatian yg besar. Hujan hanya disaksikan musim yg berlinang tetesan air tanpa isak tangis yg dalam, ada banyak kemungkinan yg tak terkira, seperti sunyi yg didiamkan perlahan menyubat aliran darah Dan membunuh dengan pelan, ini hanya siklus yg tak terbaca dengan lengkap hingga saatnya menemukan riak berupa kejutan di badai mendatang,,.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s